Spirit Ramadhan


Spirit Ramadhan
Oleh : Bayu Anggara*
Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi
UIN Walisongo Semarang

Artikel ini dibuat untuk memenuhi tugas
Ujian Akhir Semester (UAS)
Mata Kuliah Dakwah Multimedia

“Ia semakin mendekat, datanglah wahai bulan yang Mulia, Ramadhan.”
Bulan ramadhan merupakan bulan kesembilan tahun hijriah. Secara singkat datangnya bulan ramadhan merupakan turunnya perintah untuk berpuasa.  Sedang puasa dalam istilah bahasa arab ialah saum atau siyam artinya menahan (imsak) dari segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa.
Ada suatu hadits populer yang menerangkan tentang keistimewaan bulan ramadhan sebagai bulan umat Rosulallah SAW, namun ini hadits dha’if ;
رجب شهر الله وشعبان شهري ورمضان شهر أمتي

“Rajab adalah bulan Allah, Sya'ban adalah bulan-ku, dan Ramadhan adalah bulan umat-ku.” (HR. Dailami).
Betapa istimewa nan mulianya bulan suci ramadhan ini. Sehingga setiap amal kebaikan dilipatgandakan oleh Allah. Setan-setan dibelenggu di neraka dan gairah untuk beribadah semakin meningkat baik ibadah mahdhah maupun ghiru mahdhah. Maka seyogianya sebagai umat muslim untuk bersemangat dalam menyambut bulan suci ramadhan.
Adapun kiat-kiat (Spirit Ramadhan) menyambut bulan suci ramadhan 1440 H, sebagai berikut :
1.    Bertaubat
Manusia tentu tidak luput dari dosa, maka dari itu sudah seyogianya manusia harus terus meningkatkan kualitas diri dihadapan Allah dengan bertaubat. Momentum untuk bertaubat tentu dapat dilakukan kapan saja, namun berhubung dengan masuknya bulan suci ramadhan yang tinggal menghitung hari maka disarankan untuk bertaubat. Dengan bertaubat artinya berharap kepada Allah untuk menghapus dosa-dosa yang telah lalu. Kemudian harapannya dalam memasuki bulan suci ramadhan dengan kondisi diri yang bersih dari dosa dan hati yang suci, sehingga dapat menjalankan ibadah puasa ramadhan baik amal dan ketaatan (ibadah) dengan hati yang suci dan tenang.
Allah SWT berfirman :
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ...
Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang beriman semoga kalian beruntung.” (QS An-Nur : 31)
Sebagaimana sabda Nabi SAW dalam hadits yang diriwayatkan dari Al-Aghor bin Yasar radhiyallahu anhu :
عَنِ اْلأَغَرِّ بْنِ يَسَارٍ الْمُزَنِي قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَآايُّهَا النَّاسُ تُوْبُوْا إِلَى اللهِ وَاسْتَغْفِرُوْهُ فَإِنِّي أَتُوْبُ فِي الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ.
Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah, karena aku bertaubat kepada-Nya seratus kali sehari.” (HR Muslim, 2702)

2.    Berdo’a agar Dipertemukan dengan Ramadhan
Tradisi para sahabat sebelum memasuki bulan suci ramadhan ialah dengan membiasakan diri untuk berdo’a kepada Allah agar dipertemukan kembali dengan bulan suci ramadhan. Mualla bin Fadhl berkata :
كانوا يدعون الله ستة أشهر أن يبلغهم رمضان، ثم يدعونه ستة أشهر أخرى أن يتقبل منهم
Mereka (para sahabat) bedoa kepada Allah selama enam bulan agar mereka dipertemukan dengan Ramadhan, kemudian mereka berdoa enam bulan lainnya agar Allah menerima dari mereka amalan di Ramadhan.
Seorang tabiin Yahya bin Katsir memberitahu do’a yang dipanjatkan oleh para sahabat, beliau berkata:
كان من دعائهم: اللهم سلمني إلى رمضان وسلم لي رمضان، وتسلمه مني متقبلاً
Di antara doa mereka adalah, “Ya Allah sampaikanlah saya pada bulan Ramadhan dan hadirkanlah Ramadhan kepadaku dan jadikanlah amal-amal (Rmadhan) yang aku lakukan diterima.
3.    Menghadirkan Perasaan Bahagia dengan Datangnya Ramadhan
Ramadhan adalah bulan suci yang menjadi anugerah terindah bagi umat muslim. Setiap amal kebaikan dilipatgandakan serta pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup itulah ramadhan.
Kabar gembira mengenai datangnya Ramadhan sebagaimana dalam hadits berikut.
ﻗَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥُ، ﺷَﻬْﺮٌ ﻣُﺒَﺎﺭَﻙٌ، ﺍﻓْﺘَﺮَﺽَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺻِﻴَﺎﻣَﻪُ، ﺗُﻔْﺘَﺢُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ، ﻭَﺗُﻐْﻠَﻖُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﺤِﻴﻢِ، ﻭَﺗُﻐَﻞُّ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦُ، ﻓِﻴﻪِ ﻟَﻴْﻠَﺔٌ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻟْﻒِ ﺷَﻬْﺮٍ، ﻣَﻦْ ﺣُﺮِﻡَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻓَﻘَﺪْ ﺣُﺮِﻡَ
Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.” HR. Ahmad dalam Al-Musnad (2/385)
Oleh karena itu, sudah sepantasnya seorang muslim harus bisa melahirkan perasaan senang dalam menyambut bulan suci ramadhan. Disamping sembari mempersiapkan apa-apa yang diperlukan untuk menyambut bulan suci ramadhan dengan sebaik-baiknya.
4.    Membayar Hutang Puasa Wajib
Apabila seorang hamba memiliki tanggungan puasa wajib, maka hendaklah membayar hutang atau tanggungan puasa wajib tersebut dengan batas akhir pada bulan Sya’ban. Barangsiapa yang tidak membayar hutang puasa wajib sampai datang bulan suci ramadhan berikutnya tanpa ada uzur syar’i maka dia berdosa.
Firman Allah SWT :
وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (QS. Al Baqarah: 185)
5.    Membekali Diri dengan Ilmu
Dalam menyambut bulan yang suci dan penuh kemuliaan, seorang muslim hendaknya membekali diri dengan ilmu. Persiapan tersebut merupakan sebuah implementasi dari rasa syukur dan keinginan untuk melakukan perubahan dari sisi amal atau ibadah dalam diri seorang muslim.
‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz juga pernah berkata,
مَنْ عَبَدَ اللَّهَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ مَا يُفْسِدُ أَكْثَرَ مِمَّا يُصْلِحُ
Siapa yang beribadah kepada Allah tanpa didasari ilmu, maka kerusakan yang ia perbuatan lebih banyak daripada maslahat yang diperoleh.” (Majmu’ Al Fatawa, 2: 282)
Ilmu-ilmu tentang amalan di bulan ramadhan harus dipersiapkan, namun yang paling penting dipersiapkan adalah ilmu yang terkait dengan bulan suci ramadhan yakni ilmu tentang puasa. Agar mampu menjalankan ibadah puasa ramadhan sebaik-baiknya. Apa yang diatur didalamnya termasuk rukun dan syarat puasa dan apa-apa yang merusak pahala berpuasa atau hal-hal yang dapat membatalkan puasa.
6.    Memperbanyak Puasa di Bulan Sya’ban
Bulan sya’ban merupakan bulan dimana Rosulallah SAW memperbanyak berpuasa. Tentu seharusnya kita dapat meneladani Rosulallah SAW dalam berpuasa di bulan sya’ban meskipun berat tetapi dengan berpuasa dapat menjadi bagian dari latihan menuju bulan suci ramadhan.
Rosulallah SAW bersabda :
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لا يَصُومُ ، فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلا رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

Diriwayatkan dari Aisyah –radhiyallahu anha- bahwasanya Rasulullah SAW berpuasa sampai kami berpikir bahwa beliau akan berpuasa terus, dan tidak berpuasa sampai kami berpikir bahwa beliau tidak berpuasa. Dan saya tidak pernah melihat Rasulullah SAW puasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, dan saya tidak pernah beliau banyak berpuasa melebihi puasa beliau di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhori Muslim)
Demikianlah kiat-kiat (Spirit Ramadhan) menyambut bulan suci ramadhan 1440 H. Dengan harapan bahwa kita mampu menyambut bulan suci ramadhan dengan kegembiraan, mempersiapkan diri sebaik-baiknya serta menyucikan hati dan pikiran sehingga dalam menjalankan ibadah puasa dapat ketenangan dan ketentraman hati, pikiran dan jiwa.(*)
Wallahu a’lam bishowwab

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH ALIRAN AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH DAN MU'TAZILAH

Tokoh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) | Yusril Ihza Mahendra

Pesan dari Kyai-ku